Roseto Valfortore adalah kota kecil dan komune Provinsi Foggia, di Wilayah Apulia, Italia tenggara.

penduduk roseto bekerja di tambang marmer diperbukitan yang mengelilingi kota tersebut. setiap pagi mereka harus berjalan beberapa mil menaiki dan melewati lembah. pada malam hari mereka melewati jalan yang sama.

mereka habiskan waktu sepanjang hari untuk bekerja. kehidupan di tempat tersebut keras. banyak rakyat miskin yang hanya cukup untuk bertahan hidup.

pada januari 1882, sebelas penduduk berlayar menuju new york. akhirnya mereka menemukan pekerjaan di sebuah tambang batu di daerah kota bangor, pennsylvania.
kemudian lima belas penduduk lainnya lagi dari roseto menuju bangor. beberapa tahun kemudian mulai banyak penduduk roseto yang tergiur dan pindah ke amerika.

pada tahun 1894 saja, sudah ada sekitar 1.200 penduduk roseto yang membuat passport untuk masuk ke amerika. mereka pikir hidup di roseto tidak cukup, mereka harus mencari tempat tinggal yang lebih layak.

imigran ini mulai banyak yang membeli tanah, membangun rumah, menanam anggur dan memelihara babi.

kota itu mulai terasa lebih hidup dengan kedatangan warga imigran dari roseto. pembangunan terus bertumbuh. sekolah, restoran, toko pakaian mulai mudah dijumpai berkat kedatangan mereka.

seperti orang madura yang merantau ke surabaya misalnya, banyak warga asli madura yang membawa budaya dan bahasa di daerah tersebut. ketika di tempat itu kami tidak merasakan sedang berada di tanah orang lain, yang kami rasakan seperti hidup dilingkungan kami sendri.

orang-orang roseto ini layaknya orang madura, mereka merasa hidup di pekarangan rumah mereka sendiri bahkan menggunakan bahasa roseto. singkat cerita tempat tinggal mereka saat ini di namai roseto persis seperti nama kota mereka sebelumnya di roseto, italy.

wolf adalah seorang dokter. dia mempelajri tentang ilmu pencernaan dan perut. dia heran bagaimana warga roseto jarang sekali berusia dibawah 65 tahun mengidap penyakit jantung. pada tahun 1900 ketika itu penjualan obat kolesterol agresif di daerah roseto. wolf akhirnya memutuskan untuk melalukan sebuah penelitian tentang fenomena tersebut.

wolf mengajak rekan-rekannya untuk melakukan penelitian. mereka mengumpulkan sertifikat kematian penduduk kota tersebut dan menganalisis catatan dokter.

hasilnya menakjubkan. di roseto tidak ada orang dibawah usia 55 tahun yang meninggal karena serangan penyakit jantung. bahkan tingkat kematian di roseto penyebab berbagai penyakit hanya sekitar 30% sisanya hanya karena kematian biasa.

wolf memiliki asumsi berdasarkan penelitiannya bahwa kemungkinan warga roseto pasti menjalankan pola makan yang sehat. ternyata dia salah. warga roseto sama dengan penduduk kota lainnya. mereka memasak makanan dengan lemak babi. mereka sama-sama suka makan pizza. bahkan warga roseto jarang melakukan yoga atau lari pagi. hal ini benar-benar membuat wolf heran.

asumsi berikutnya, jika warga roseto menjalani gaya hidup yang sama dengan warga kota lain bisa jadi penyebabnya dari genetika. ternyata lagi-lagi asumsi ini masih salah.

karena pada saat wolf mengunjungi pennsylvania timur yaitu tempat mereka tinggal, roseto, tempatnya tidak jauh berbeda dengan kota lainnya yaitu bangor dan nazareth tempat tersebut tidak jauh dari roseto.

wolf akhirnya menyadari rahasia di roseto bukanlah faktor makanan, olahraga atau genetika. tetapi rahasianya adalah roseto itu sendiri.

ada apa dengan roseto ?

wolf berjalan-jalan di daerah roseto dan dia melihat bagaimana warga roseto hidup. bagaimana mereka saling membantu tetangga. gotong royong. aktif pergi ke gereja. wolf melihat bagaimana warga roseto rukun dalam hidup bermasyarakat.

pada jaman itu orang-orang yakin bahwa kunci memiliki kehidupan yang panjang bergantung kepada apa yang dikonsumsi, olahraga dan genetika. tidak ada yang berpikir bahwa kehidupan yang panjangan juga ditentukan oleh sebuah lingkungan komunitas.


Barangsiapa yang suka diluaskan rizkinya dan ditangguhkan kematiannya, hendaklah ia menyambung silaturahim

[Shahiih Al-Bukhaariy no. 2067].

roseto mengajarkan kita bahwa orang-orag disekeliling kita memiliki pengaruh yang sangat besar atas siapa diri kita.
mari kita saling koreksi siapa teman kita selama ini. apakah kita sudah berada bersama teman yang benar atau sebaliknya.

seberapa besar pengaruhnya?

semua akan terpengaruh. pendapatan contohnya nih, coba hitung 5 teman terdekat siapa aja lalu tanyakan pendapatan mereka berapa, nah pendapatan kita gak jauh berbeda dengan mereka.

atau soal ibadah, coba lihat bagaimana orang-orang disekitar kita beribadah, nah kurang lebih kita gak jauh berbeda.

soal apalagi, soal pendidikan. coba di ingat lagi pendidikan teman kita sampai mana. nah, kurang lebih kita gak jauh berbeda.

banyak hal-hal yang kita lakukan setiap hari mulai dari bangun sampai tidur lagi tidak jauh berbeda dengan orang-orang terdekat.

kita punya asumsi bahwa kita akan sukses ketika memiliki pendidikan tinggi, belajar yang rajin, bekerja keras, dan makan makanan yang sehat. Tetapi tidak terpikirkan ternyata orang-orang yang tidak sengaja kita kenal di sosial media atau dimanapun yang menjadi teman akrab itulah gambaran masa depan kita.