fbpx
Get In Touch
Ketintang, Surabaya. 60231,
ask@zainalmultazam.com
Ph: +62 85706611112
Work Inquiries
ask@zainalmultazam.com
Ph: +62 85706611112

Mochtar Riady Manusia Ide dan Lippo Group

Mochtar Riady, pendiri Lippo Group dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes meluncurkan buku otobiografi berjudul “Manusia Ide”.  Buku ini mengisahkan perjalanan hidupnya selama 87 tahun, saat melewati masa-masa sulit hingga mencapai sukses sekarang.

sejak bukunya diluncurkan saya sudah dibawa penasaran dengan isinya. Namun saya tidak sempat membuka covernya sedikitpun gara-gara bowo dan tiktoknya yang lagi panas-panasnya diperbincangakan banyak netizen. sampai tiba waktunya saya baca tuntang buku Autobiografi ini hingga tuntas. buku ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang suka dunia bisnis. Isi buku tersebut menceritakan banyak hal secara detail perjuangan Mochtar  membangun Lippo Group.

Ada beberapa prinsip yang dipegang oleh Mochtar Riady, salah satunya tentang perkataan laozi.

Sejauh mana pun perjalanan, ditentukan oleh langkah pertama

sebesar apapun pohon dimulai dari kecil

ada melahirkan tiada

Menurutnya manajemen perusahaan harus dimulai dari langkah pertama yang mantap, dari kecil menjadi besar dan dari tiada menjadi ada. Persis sepeti yang Mochtar kerjakan mulai dari tiada menjadi ada.

Diluar kesuksesannya saat ini, jauh sebelum itu Mochtar sudah memiliki pemikiran besar. persis seperti dalam buku Think Big And Grow Rich mengatakan bahwa kita harus memiliki impian yang besar.  berikut pesan Mochtar Riady

Yang ingin saya sampaikan adalah, saya dilahirkan dan dibesarkan di Malang. Namun nasib saya tidak malang. Kenapa tidak malang? Karena saya berani memikirkan hal-hal yang besar. Kalau kita berani memikirkan hal yang besar dan berjuang untuk itu, maka kita akan berhasil.

Cita-citanya sejak kecil ingin menjadi seorang bankir. “Saat kecil saat bersekolah, saya melewati  bangunan megah Eropa dengan orang berpakaian rapi di dalamnya. Saya bertanya apa yang diperjualbelikan di sana karena tak tampak barang dagangan. Rupanya itu adalah bank milik orang Belanda dan yang diperjualbelikan adalah kepercayaan. Sejak itu, saya bertekad, kalau sudah besar saya ingin punya bank sendiri menjadi bankir,” kata pendiri Lippo Group yang lahir pada 12 Mei 1929 di Batu, Malang.

kesuksesan dalam mengelola bank dilakukan dengan filosofi penunggang kuda. Saya harus mengungang kuda untuk mengejar kesuksesan. Untuk itu dia harus mengungudang mitra dan bekerjasama dengan orang-orang yang hebat untuk menopang pekerjaannya.

“Ketika kuda sudah tidak bisa berlari kencang lagi, saya harus mencari kuda tunggangan baru. Saya butuh kuda yang lebih kencang,” kata Mochtar.

“Saat meninggalkan Panin, saya bertanya pada diri sendiri, saya ini mau menjadi bankir sukses yang kaya raya atau bankir yang baik dan dapat dipercaya?”

Bankir yang sukses, katanya, hanya memperhatikan kelancaran kredit dan syarat-syarat kredit. Sedangkan bankir yang baik, harus lebih dari itu,  membuat nasabah menjadi lebih baik.

Itu sebabnya dia berulang-ulang berterima kasih kepada istrinya yang meminta dia untuk mengembalikan emas batangan yang diterimanya dari salah satu nasabah.

“Menerima barang yang tidak sah bisa mencelakakan Anda. Itu juga bisa merampas kekebasan Anda untuk mengelola bank”

Dari Panin, kemudian Mochtar pindah ke BCA miliki Liem Sioe Liong. Lagi-lagi Mochtar sukses menjadi bank itu sebagai bank swasta terbesar.

Sayangnya saat ini Lippo Group sudah tidak lagi eksis di dunia perbankan melainkan pindah genre ke pengelolahan lahan, properi, rumah sakit, mall dan pendidikan. Padahal Lippo Bank adalah satu – satunya bank yang tidak mengambil bantuan BLBI.

Mochtar Riady adalah sosok pengusaha yang patut dijadikan contoh bagi banyak orang di indonesia. khususnya anak muda. ia menikah pada usia 22 tahun dengan Li Li Mei dan pada usia 25 tahun pindah kejakarta  dan memulai berdagang.

Ini hanya sedikit cerita yang bisa saya bagikan. Sebenarnya masih banyak ilmu bisnis yang dibagikan secara spontan oleh Mochtar. apakah kamu sudah baca buku ini juga ? Pelajaran apa yang kamu dapat, tulis di kolom komentar !

Tinggalkan Komentar