fbpx

Get In Touch
Ketintang, Surabaya. 60231,
ask@zainalmultazam.com
Ph: +62 85706611112

Work Inquiries
ask@zainalmultazam.com
Ph: +62 85706611112

Memilih Selera Sendiri

Iklan rokok membuat stigma bahwa cowok itu keren ketika dia merokok, bercengkrama dengan seorang teman, surfing bareng sambil tertawa bersama. Entah itu benar atau nggak, aku pernah mulai merokok dulu karena pemikiran itu.

Dulu sewaktu masih kecil sekitar usia 14th, aku mulai belajar merokok. Kami bertiga patungan dengan teman lainnya untuk beli satu bungkus rokok. Kami diam-diam ditempat sepi, menghisap rokok sambil menikmati asap yang kami hembuskan. Beberapa kali aku melakukan hal demikian hingga muncul pertanyaan dimana letak kenikmatannya?

Sejak saat itu aku putuskan berhenti tidak merokok lagi. Pertemanan kami masih akrab tapi mulai ada rasa tidak nyaman. Mereka sesekali memaksa buat coba kembali. Ah, mending makan camilan lebih nyaman, ucapku waktu itu.

Bukan maksudku merendahkan nilai rokok dimata laki-laki kebanyakan. Siapapun bisa menikmati rokok, siapapun bisa menikmati konser band, siapapum bisa menikmati permainan game cacing di ponsel.

Seleranya saja yang berbeda, bukan ingin menunjukkan bahwa aku lebih unggul atau sebaliknya. Tak ada hubungannya dengan itu. Namanya juga selera tak bisa dipaksakan. Lagian aku tidak menemukan kenikmatan dari situ kenapa harus dipaksakan?

Untuk membuat hidup ini lebih seru, seseorang memang seharusnya memiliki seleranya sendiri. Kita harus tebuka terhadap diri kita sendiri dan mencoba beberapa hal supaya kita tahu mana yang cocok mana yang tidak. Dulu pertemananku aku rasa didasarkan atas dasar mengikutin apa yang temanku suka. Aku rasa itu hanya menyengsarakan diri sendiri. Sejak saat itu sampai sekarang aku lebih mencoba tidak ikut-ikutan. 

Gak perlu dipaksakan. Cocok kita bisa jadi teman, gak cocok ya yasudah jadi mantan. Karena dari sepanjang hidup yang aku jalani memang semakin dewasa akan banyak orang datang lalu pergi.

Dari pada memaksakan diri merokok supaya pertemanan terjaga, lebih baik makan martabak manis. Dari pada nonton sepak bola di stadion mending nonton serial netflix di laptop. Dari pada minum beer mending minum es kopi susu.

Aku bangga kepada diriku sendiri ketika aku tahu selera mana yang pas buat diriku. Aku bisa lebih jujur dan terbuka kepada diri sendiri dan kepada siapapun. Atas dasar itu aku menjalin hubungan dan aku bangga menjalani hidup apa adanya.

//

Yuk ikutan Giveaway minggu ini yang aku adain di instagram
klik tautan berikut: instagram.com/zainalmultazam

Post a comment

Your email address will not be published.