Zion Adalah pegulat profesional. lahir di Ohio pada tahun 1997. Dia mengalami Caudal Regression Syndrome yaitu suatu kondisi yang mempengaruhi pertumbuhan organ tubuh bagian tengah sampai bawah.

ia tidak tau apa arti nama zion. tapi yang ia tau itu adalah sebuah gunung yang disebut dalam alkitab. jadi ia pikir itu berarti seperti hal yang kuat dan besar. walaupun keterbatasan fisiknya, ia tetap berpikir bahwa ia hidup karena sebuah alasan besar. zion tidak mengeluh tentang keadaan fisiknya saat ini. yang ia rasakan kehidupannya normal seperti orang lain.

ketika ia lahir, ibunya membuangnya ke panti asuhan. sejak kecil zion tidak tau siapa ibunya. rasa kecewa yang amat dalam membuat zion tidak ingin bertemu dengan orang tuanya. sejak kecil ia sudah terbiasa hidup sendiri tanpa keluarga.

zion tinggal di 7 hingga 8 panti asuhan. fisiknya yang cacat membuatnya menjadi korban bullying. ia sering kelaparan dan dipukuli teman-temannya. berawal dari sana zion aktif mengikuti latihan gulat. tidak bisa dibayangkan bagaimana seorang laki-laki tanpa kaki bisa bergulat. tapi zion sangat pandai dan mengikuti beberapa kompetisi.

Zion menjadi seorang atlet bahkan ia peraih medali emas di gelaran Paralympic tahun 2016. Namun justru bukan gulat yang dimenangkannya, melainkan balap kursi roda di nomor 100 dan 400 meter.

tidak jauh berbeda dengan zion, aku ingin melanjutkan ceritaku tentang om ram. cerita seblumnya bisa di baca di Ujian pertama dari setiap ucapan.

zion dan om ram adalah orang yang sama-sama memiliki keterbatsan fisik. zion cacat sejak ia lahir, sedangkan om ram cacat setelah tertabrak mobil. mereka keduanya difabel tetapi mereka memiliki harapan yang tinggi dalam memaknai hidup.

sebenernya aku sering bertemu dengan om ram dijalan. ia memang sering berlalu lalang di area rumah. sampai suatu ketika kami berbicara dan saling mengenal. om ram di surabaya tidak punya siapa-siapa.

“om, kalo di surabaya gak punya keluarga, kenapa gak balik aja ke kampung halaman ?” tanyaku penasaran.

“saya beberapa bulan lagi akan pulang kerumah. yang bikin saya masih disini, saya ada janji sama ibu khofifah. beberapa kali saya foto bareng. ia berjanji ingin bertemu saya.” jawabnya dengan serius.

om ram sepengetahuanku sudah lama tinggal di surabaya. namun sampai saat ini ia belum juga bertemu dengan ibu khofifah. mungkin beliau sibuk. atau beliau tidak tau kalau om ram ada di surabaya.

saat aku melihat om ram bicara tentang ibu khofifah. aku melihat semangat yang membara. mungkin memang itu alasan om ram ada disini. mungkin itu impian om ram saat ini. semoga impian itu bisa tercapai.

om ram tidak membuat batas antara impian dan kenyataan. ia sudah keliling indonesia dari sabang sampai marauke. ia tunjukkan foto-foto perjalannya yang ia simpan dalam map kecil. bahkan ia pernah pergi ke 7 negara.

sampai detik ini aku belum bisa membayangkan bagaimana seorang yang susahnya minta ampun hanya untuk menyebrangi rel kereta api bisa travelling layaknya youtuber. dari foto-foto yang ia tunjukkan tidak ada alasan lain. aku harus terima bahwa om ram lebih berpengalaman ketimbang siapapun yang membaca tulisan ini.

harapan itu ibarat bahan bakar. pesawat yang canggih pun tanpa bahan bakar tidak akan pergi kemana-mana. mobil yang ada fasilitas play musik, mengetahui kecepatan roda, memiliki AC pendingin, tapi tanpa bahan bakar itu semua tidak ada artinya.

om ram dan zion adalah sebuah mobil tanpa audio, tanpa usb port, tanpa ac pendingin. mereka hanya mobil dengan mesin dan bahan bakar. itu saja sudah cukup. mereka tidak merasa perlu memiliki banyak fasilitas. cukup dengan bahan bakar dan mesin, mereka bisa pergi kemana aja yang mereka tuju dalam hidup.

kadang terlalu banyak fasilitas membuat hal mudah menjadi rumit. begitu juga sebaliknya. karena sedikit fasilitas yang dimiliki, hal-hal kecil menjadi lebih berarti. misal didalam mobil tanpa musik, semua penumpang bisa saling bicara sambil tertawa.

“dek, om ingin tunjukkan sebuah video. om kirim ke wa mu ya”

sebelumnya aku tidak percaya seorang om ram (57th) punya akun facebook dan whatsapp. sampai kami saling bertukar no WA bahkan ia pernah menelponku melalui WA.

om ram kalau menyebut whatsapp bukan W-A tapi dibaca langsung WA. aku buka video yang dikirim om ram sambil tertawa mengingat cara pengucapan WA bukan W-A. wkwkwkwkw

ternyata ia menunjukkan sebuah video seekor kucing yang melihat pantat wanita di dapur yang sedang membuat jus sampai lupa berkedip. videonya pernah aku posting di instastory. kalau belum lihat bisa follow di @zainalmultazam

sebuah video sedikit vulgar yang bikin ngakak. aku tertawa ngakak didepannya. buahahahahaha….. om ram senang melihatku tertawa. ia mulai merasa nyaman. aku paham banget, orang-orang seperti om ram sama seperti kita. dia ingin didengar dan ingin dimengerti.

“agamamu apa?” om ram tanya serius

“aku muslim, om”

“jangan bohong, kelihatannya kamu bukan muslim, agamamu itu budha ya”

aku jawab dengan senyuman. aku rasa tidak penting tentang agama ketika dibenturkan dalam ranah kemanusiaan. agama apapun selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan. lalu om ram melanjutkan bicaranya

“mata kamu tajem, kayak ular. mata kamu itu mirip kayak mata ahok, dek. saya kasih tau ya, cewek-cewek itu suka kamu karena 3 hal. pertama mata kamu yang memikat. kedua karena bibir kamu yang seksi, dan terakhir karena hidungmu yang mancung.” ucapnya sambil tersenyum jujur..

seketika aku ingin berkaca. aku buka kamera depan di hape lalu ngaca. yang aku lihat saat itu yaitu kulit wajah berminyak dan ada bekas-bekas jerawat berbentuk lubang kecil seperti lesung pipi. bedanya ini lesung pipinya bukan cuma dua kanan kiri tetapi puluhan lesung pipi dalam satu wajah.

aku tertawa miris didepannya. mungkin didalam pikiran om ram, aku tertawa senang karena dipuji. padahal aku tertawa sedih karena ada puluhan lesung pipi diwajahku.

kami tertawa bersama layaknya orang normal. om ram tidak menganggap cacat fisiknya sebagai kekurangan yang harus ditangisi. aku sangat terkesan dengan semangat beliau.

“dek, ada info kos gak ? om kalau malem bingung mau tidur dimana. biasanya om tidur didepan toko diatas kursi roda ini. om kedinginan”

om ram melanjutkan percakapannya

“om juga takut, banyak anak-anak nakal disini. om takut hp saya diambil. pernah waktu itu kejadian semua uang om diambil. terus karena kasian ke saya, anak yang ambil uang saya itu balikin lagi 50 ribu ke saya. lah, itu kan uang om semua” ia bercerita kemudian tertawa.

semenjak itu aku carikan kosan atau rumah buat om ram. ada tempat yang cocok tapi pemilik rumah itu tidak mengizinkannya. mencari tempat tinggal untuk seorang difabel adalah hal yang gak mudah. karena pemiliki kos akan berpikir nanti bakal nyusahin apalagi nanti pasti jorok. sampai saat ini kami belum mendapatkan tempat tinggal. sementara ada tempat tinggal depan toko yang buka 24 jam. paling tidak om ram lebih aman dari anak-anak nakal tadi.

sekitar 15% dari jumlah penduduk dunia adalah difabel. 82% penyandang difabel berasal dari negara-negara berkembang. menurut data PUSDATIN 2010 jumlah penyandang disabilitas indonesia yaitu 11,580,117 . sedangkan menurut WHO ada sekitar 24 juta penyadang difabel di indoensia.

diluar sana ada banyak orang-orang seperti zion dan om ram. diluar sana ada jutaan orang yang tidak seberuntung kita. diluar sana ada banyak orang yang tidak bisa nyampah di twitter, kerja sebagai manajer dan berenang hanya karena satu hal: keterbatasan fisik.

pesan yang ingin zion dan om ram sampaikan untuk kita semua adalah:

Masa depanmu tergantung pada banyak hal, tapi kebanyakan tergantung kepada dirimu sendiri. kamu bebas memilih apakah kamu hanya mau rebahan dikasur sambil scroll-scroll atau bangun dan melakukan hal yang berarti. semua itu tergantung kamu. kamu bebas memilih tetapi kamu juga harus siap terima resikonya. life is short gunakan waktumu sebaik mungkin.

pesan yang ingin aku sampaikan untuk kalian semua ketika melihat orang-orang seperti zion dan om ram:

aku tau walaupun kadang kamu gak peduli dengan orang-orang seperti mereka. jauh didalam lubuk hatimu ada bisikan yang ingin didengar. seharusnya kamu dengar bisikan itu lalu kamu bertindak.

zion dan om ram adalah orang yang tidak bisa menentukan takdir fisiknya. mereka ingin memiliki tubuh normal sama seperti aku dan kamu. tapi takdir berkata lain.

mereka ingin tidak diasingkan. ingin dianggap keberadaanya oleh orang lain. ingin diajak bicara, ingin bisa saling membantu, ingin berkeluarga, dan aktifitas lainnya.

bantulah apapun yang bisa kamu bantu. jika tidak bisa membantu dalam bentuk materi bantulah dalam bentuk waktu. ajak mereka ngobrol atau bantu dorongin kursi rodanya.

hal-hal kecil yang kamu anggap sepele, itu sangat berarti buat mereka.