fbpx
Get In Touch
Ketintang, Surabaya. 60231,
ask@zainalmultazam.com
Ph: +62 85706611112
Work Inquiries
ask@zainalmultazam.com
Ph: +62 85706611112

3 hal ini sering diremehkan tapi justru membuat bisnismu bangkrut

Sebelumnya, diclaimer dulu. Tulisan ini saya dapatkan dari salah satu teamnya fahmi hakim (owner kelasbos.com) yaitu Teh Eta. Silahkan dibaca, saya rasa kamu perlu baca ini sampai habis.

Menjalankan bisnis tentunya bukan hal yang mudah, sebagai pebisnis apalagi pemula pastinya akan menghadapi berbagai macam tantangan baik dari luar maupun dari dalam. Right?

Berikut ini adalah 3 tantangan dari dalam yang biasanya sangat sulit dihadapi, karena terlalu sering diremehkan.

#1 Mencampur/menggunakan uang bisnis untuk keperluan pribadi

Coba saya tanya, apakah Anda salah satu yang melakukan ini? Jika iya segera ganti kebiasaan buruk ini. Jangan sampai mencampur uang usaha dan pribadi.

Biasanya ada 2 alasan tercampurnya uang pribadi dan uang usaha :

  1. Owner boros. Alias tidak bisa mengendalikan keinginan belanjanya, keinginan menjadi kebutuhan.
  2. Uang pribadi owner terus terkuras untuk kebutuhan bisnisnya.

Mengapa hal ini masuk kedalam list tantangan? Tentu saja karena menantang Anda untuk bisa disiplin pada diri sendiri. Sebesar apapun bisnis maupun profitnya, jika Anda tidak bisa mengendalikan (disiplin) pada pengeluaran pribadi, bisa bahaya.

Tips dari saya, yang mungkin bisa diterapkan pada bisnis Anda :

  • Pisahkan sedini mungkin antara uang pribadi dan perusahaan
  • Buat tabungan atau rekening khusus sehingga menghindari tercampur secara ‘tidak sengaja’
  • Bayar dulu diri sendiri atau menggaji diri sendiri. Saya terbiasa seperti itu. Jangan karena duit banyak, eh dicaplok seenaknya. Bayar aja sesaui angka cukup, kemudian saya sebut gaji. Jadinya saya sebagai pemilik, ya gajian juga 
  • Disiplin. Inilah yang tersulit, berdamai dengan keinginan sendiri memang sulit, tapi kalau gak dilakukan bisa cepat kolaps
  • Sadarilah bahwa semua butuh perjuangan dan proses. Jangan mudah terlena dengan kemewahan.

#2 Perubahan zaman/kebiasaan sekecil apapun

Banyak orang yang mengatakan ;

“Anak zaman sekarang dan dulu itu berbeda. Cara mengajarinya pun berbeda”.

Saya percaya itu bukan sekedar kata-kata, karena memang benar-benar terjadi. Begitu pula dalam dunia bisnis. Behavior atau kebiasaan pelanggan pun terus berubah dan bertumbuh. Contohnya, beli makan. Dulu terbiasa makan di Resto. Hari ini? Via go-food. Malas keluar rumah. Atau ke caffe sudah untuk foto-foto yang instagram-able, bukan lagi makan-makan.

Hal ini sering diremehkan. Padahal jika kita tidak berinovasi dan mengikuti perkembangan zaman tentu bisnis kita akan mudah tergerus, dan ditinggal pembeli. Karena mereka sudah berubah.

Jadi, mulailah pelajari perubahan market Anda.

#3 Pesaing yang terlihat lemah

Tentu anda ingat dengan kisah Nokia? Salah satu merk terbesar ini terang-terangan meremehkan sistem operasi Android yang dibuat Andy Rubin pada saat itu. Mereka menganggap bahwa android hanya akan menjadi hegemoni sesaat dan akan cepat hilang begitu saja. Sebaliknya, itu menjadikan mereka malas untuk berinovasi. Sehingga tanpa disadari, android sudah semakin didepan dan mau tak mau Nokia juga mengadopsi sistem operasi tersebut.

Itulah yang terjadi jika kita terlalu ‘angkuh’ hingga meremehkan pesaing kita yang terlihat lemah. Tidak ada yang tahu bahwa android akan menjadi salah satu sistem operasi yang paling banyak dipakai saat ini. Tidak ada yg tahu mungkin saja pesaing Anda yang lemah sekarang kelak bisa lebih unggul dari Anda. Inovasilah. Bergeraklah terus.

Untuk itu, jangan pernah sekalipun meremehkan pesaing kita. Tapi, jangan pula dijadikan sebagai ajang lomba iri hati sampai memakai cara-cara yang tidak sehat. Jadikanlah inovasi dan pelayanan sebagai senjata utama kita dalam menghadapi persaingan bisnis. Bahkan mungkin kedepannya, pesaing tersebut bisa kita ajak kolaborasi untuk menciptakan sesuatu yang lebih besar lagi untuk kebermanfaatan umat.

Itulah 3 hal yang penting Anda ketahui.. Jika diabaikan, cepat atau lambat, membuat bisnis Anda bangkrut!

and than bagaimana pendapatmu?

Tinggalkan Komentar